
Medan (MFO)
Anggota Komado Daerah Militer I Bukit Barisan (Kodam I/BB) menyambangi
Mapolsek Medan Sunggal di Jalan TB Simatupang, Medan Sunggal, Medan,
Sumatera Utara pada Kamis 3 Maret 2016 sekitar pukul 22.00 WIB.
Kedatangan anggota Kodam I/BB itu kecewa dengan Polsek Medan Sunggal
lantaran melepas pelaku narkoba yang sudah mereka tangkap.
Berdasarkan
keterangan yang dihimpun, kedatangan anggota TNI tersebut dipimpin oleh
Aslog Kodam I/BB Kolonel Armed Anggoro Setiawan, menggunakan dua unit
mobil dinas mini bus. Mereka juga menggunakan pakaian lengkap dan
langsung masuk ke dalam Polsek. Meski demikian, kedatangan mereka tidak
lama hanya kurang lebih setengah jam kemudian meninggalkan lokasi.
Tahanan
itu adalah tahanan kasus narkoba dan judi yang diamankan dari Komplek
Abdul Hamid, Jalan Abdul Hamid Nasutiot 3, Desa Lalang Kecamatan
Sunggal, pada Sabtu 20 Febuari lalu.
"Kami mendapat informasi
bahwa tahanan yang dititipkan di Polsek Sunggal dilepas. Kami cek
kebenaran info tersebut, ternyata benar," ungkapnya didampingi Kapten
Yamin kepada wartawan di Makodam I/BB Jalan Jenderal Gatot Subroto.
Dari
32 tahanan yang diserahkan, hanya sembilan orang yang masih mendekam di
sel tahanan Polsek Medan Sunggal. Ironisnya, salah satu tahanan
diamankan bersama delapan butir amunisi juga tidak berada ditahanan.
"Tinggal
sembilan orang dari 32 yang ditangkap di Abdul Hamid 31 orang.
Pengembangan dari Sunggal satu orang yang didapati membawa delapan butir
amunisi itu pun tidak ada di situ (Polsek)," keluhnya.
Katanya,
tidak adanya tahanan lainnya lantaran menjalani rehab. Hal itu
berbanding terbalik dengan informasi yang didapati pihaknya di lapangan.
"Jawaban dari pihak kepolisian, mereka menyatakan rehab. Tapi saat kami
di Polsek, salah seorang yang diamankan datang ke Polsek dan menjengguk
temannya yang masih ditahan. Berarti kan mereka tidak menjalani rehab,"
tandas perwira itu.
Ditanyakan sikap pihak TNI atas dugaan
pelepasan tahanan narkoba tanpa keterangan jelas itu, Anggoro Setiawan
enggan menjawabnya. Pasalnya, kebijakan dan sikap itu ada pada pimpinan
dari Kodam I/BB. "Kalau itu, tidak wewenang saya menjawab. Itu pimpinan
lah yang menjawab," katanya.
Sementara itu, Kapolsek Sunggal
Kompol, Harry Azhar membatah tudingan dari pihak Kodam I/BB. Dia
mengatakan, polisi tidak pernah melepas tahanan narkoba dan judi. "Tidak
ada, kami melakukan tangkap lepas itu. Beliau (TNI) mau melihat tahanan
tangkap Kodam silakan. Kalau keberatan (tangkap lepas) itu asumsi
mereka," tandasnya.
Disinggung berapa orang tahanan tersebut,
dilakukan rehabiltas. Harry tidak bisa menjawabnya. Malah melepar
pertanyakan itu kepada anggota. "Saya tidak tahu, silakan tanya Kanit
Reskrim," tandasnya.
Meski demikian, saat pihak TNI menyambangi
Polsek dirinya sedang tidak ada di lokasi. karena, hanya ada petugas
piket Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Sunggal yang
menerima kedetangan puluhan personel TNI itu.